Rabu, 21 Maret 2012

Rembulan Kelabu



Aku menatap dari balik tirai-tirai jendela kamarku. Menatap sesosok lelaki yang tengah asyik bercengkrama dengan seorang wanita muda berambut merah. Lelaki itu tertawa, merangkul mesra wanita di hadapannya. Mataku terpaku, mendamba akan sentuhan yang sama seperti yang wanita itu dapatkan. Memuja tanpa kata sosok maskulin yang terus mengisi mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi terliar dari tidur panjang berbalut berjuta benang kesepian. Aku ingin lelaki itu menyentuhku lagi, seperti yang pernah dilakukannya padaku.
Aku menginginkan lelaki itu. Hanya untukku seorang. Milikku. Bukan milik wanita muda bernama Jordan yang kini tengah mengecup lelaki itu dengan mesranya. Melepas kepergian lelaki itu dengan senyuman palsu.
Rasanya aku ingin mencakar wajah wanita itu. Aku membencinya. Wanita itu tidak pantas untuk lelakiku. Akulah yang pantas mendampinginya. Satu-satunya orang yang mencintai lelaki itu dengan tulus. Tanpa isyarat. Tanpa kepura-puraan.
Pintu depan terbuka, Jordan melenggang masuk sambil bersiul seolah dunia miliknya. Aku membencinya. Ya, aku membenci wanita itu. Wanita yang merenggut segala yang ku miliki dan ku cintai. Wanita yang membuatku merasa seolah tak berarti di dunia ini.
Wanita itu berhenti, menatapku sambil bersandar pada pintu kamar.
“Hy, aku kira kamu masih tidur.” sapanya sambil tersenyum lebar.
Aku hanya menatap wanita itu tanpa berniat menjawab pertanyaannya. Aku tidak akan tertipu oleh senyumannya yang kini dia tampakkan. Itu hanya terlihat di permukaan. Seperti bungkus kado yang menutupi kebusukan yang ada di dalamnya. Tapi aku tau seperti apa sosok asli wanita ini. Ya, aku mengetahuinya dengan pasti. Tanpa bersusah payah menyapanya aku berjalan melewati Jordan yang tampak kesal dengan sikapku.
“Yeah fine...” gerutu Jordan pelan sambil berbalik mengikutiku.
“Kamu mau ke mana?”
Rupanya wanita itu tidak mengerti bahwa aku membencinya. Dia tetap mengikutiku dan berusaha menarik perhatianku. Tapi apapun yang di lakukan wanita itu, aku akan tetap membencinya. Membencinya untuk semua yang ku alami saat ini.
****
Langit masih berselimut kabut. Makhluk-makhluk kegelapan masih berkeliaran diluar sana. Mencari mangsa di balik bayang-bayang gelap perumahan. Mengendap untuk menyergap di saat yang tepat. Saat-saat ketika semua orang lengah.
Aku kembali menatap dari balik jendela kamarku. Menyaksikan semua makhluk kegelapan beraktifitas di luar sana. Berbagai jenis manusia yang melepas topeng kemunafikannya di tengah gelapnya malam. Sama seperti wanita itu. Wanita jalang bernama Jordan yang sangat dibencinya tengah berkendara bersama malam yang kian merambat. Entah apa yang tengah dilakukannya di luar sana. Bersama lelaki lain yang berbeda.
****
Hari ini lelaki itu kembali lagi. Tapi dia hanya memberiku sentuhan lembut di puncak kepala seperti yang biasa dilakukannya padaku. Padahal lelaki itu memberi kecupan penuh sayang pada Jordan. Padahal dia akan melakukan hal yang sama padaku bila Jordan tidak ada.
Aku kecewa. Lelaki itu begitu bodoh. Mengapa dia tetap bersama Jordan. Padahal aku tau dia menginginkanku. Aku tau dia juga mencintaiku. Lelaki itu tidak mungkin melupakan apa yang telah dia lakukan. Saat ini, dia hanya terjebak pada pesona palsu Jordan. Wanita licik yang sangat lihai menyembunyikan semua kebusukannya. Wanita yang telah mengkhianati dirinya. Aku harus membuatnya sadar. Sebelum semuanya terlambat.
“Kami pergi dulu ya. Jaga rumah baik-baik.” ucap Jordan padaku.
Lalu mereka berlalu dari hadapanku. Meninggalkanku lagi. Sendiri. Membiarkanku terus berteman dengan kesunyian di rumah ini. Bersama suara-suara tak berwujud yang terus membisikiku untuk mengakhiri semua sandiwara wanita itu.
****
Malam kembali merayap naik dengan perlahan. Aku masih sendirian. Menunggu mereka di depan jendela seperti biasa. Tapi mereka tak kunjung kembali. Seakan melupakan bahwa mereka meninggalkanku sendirian di rumah ini.
Aku mendongak menatap langit. Rembulan masih belum sempurna menggantung di kegelapan malam. Aku menatap dengan tidak sabar. Seolah rembulan akan semakin cepat menyempurnakan sosok anggunnya bila aku terus menatapnya setiap malam.
Aku menggerutu dengan tidak sabar. “Masih lamakah?” tanyaku pelan, entah kepada siapa. “Sebentar lagi.” bisik sebuah suara di kepalaku. “Sebentar lagi semua akan berakhir.” lanjut suara itu. Aku tersenyum penuh kemenangan. Seolah seseorang te;ah memberiku hadiah terbaik sepanjang hidupku.
“Aku akan menunggu sedikit lebih lama.” gumamku, masih kepada kegelapan.
****
Dua malam telah beralu. Kini, di langit malam rembulan telah bertakhta dengan megahnya. Menyinari kegelapan yang selama ini membutakan. Menarik banyak orang dengan pesona misteriusnya.
Aku tersenyum senang. Aku selalu menyukai purnama. Apalagi purnama selalu membawa hal baik untukku. Termasuk untuk malam ini. Aku menunduk, menatap kilau tajam pisau yang ada di tanganku. Benda yang diam-diam kusembunyikan dibalik pakaianku. Benda yang akan kugunakan untuk mengakhiri segalanya. Untuk mengubah dunia.
Perlahan, aku mencungkil pintu kamarku. Ya, kamarku selalu terkunci di malam hari. Entah kenapa. Mungkin karna Jordan takut padaku. Mungkin dia menyadari bahwa dia tidak akan mampu melawanku.
Aku mengendap-endap menuruni tangga. Berusaha tidak menimbulkan suara. Meski aku tau Jordan tidak akan terbangun karna apapun malam ini. Tidak. Dia terlalu lelah untuk mendengar suara yang mungkin akan kutimbulkan. Tapi, bukankah berhati-hati adalah langkah yang terbaik?
Sesampainya di depan pintu kamar Jordan, aku masuk dengan perlahan. Masih berusaha tidak menimbulkan suara apapun. Di atas ranjang aku melihat dua sosok tubuh terbaring saling melekat. Aku menatap dengan jijik pada mereka. Lelakiku tengah memeluk Jordan tanpa benang sehelaipun melekat di badan keduanya.
Aku murka. Aku tidak percaya dia masih melakukannya dengan Jordan. Aku menggeram marah. Cukup keras untuk membangunkan lelaki itu. Tapi masih terlalu lemah untuk menarik Jordan dari dunianya.
Sebelum lelaki itu sempat mencerna apa yang terjadi, aku mendekatinya. Pisau milikku masih tergenggam erat di balik punggung.
“Kamu ngapain di sini?” tanya lelaki itu bingung.
Aku tersenyum. “Membebaskanmu dari wanita jalang ini.”
Dengan cepat pisauku terayun, menghujam urat nadi lelaki itu tepat di bawah telinganya. Lelaki itu menjerit keras, yang bagiku seperti ucapan terima kasihnya padaku. Darah lelaki itu menyembur keluar dari tubuhnya. Membanjiriku dengan genangan merah kental.
Jordan terbangun. Menatap terkejut padaku dan pisau di tanganku. Lalu matanya beralih pada lelaki itu. Selama sepersekian detik, Jordan tidak mampu bersuara sedikitpun. Lalu dia mulai menjerit dengan kerasnya. Jeritan panjang yang ku sambut dengan tawa penuh kemenangan.
****
 “Apa ngga bisa sembuh Dok?” Jordan bertanya sambil menatap pada gadis kecil yang tengah bersandar pada jendela kamarnya.
“Kemungkinannya sangat kecil Bu. Apalagi, sudah cukup lama dia dibiarkan tanpa pengobatan.” jawab Dr.Frank.
Jordan hanya dapat menghela nafas panjang. Dia masih menatap gadis itu, anaknya. Anaknya yang baru berumur 10 tahun. Entah apa yang telah merasukinya sehingga dia tidak pernah memerhatikan putri semata wayangnya itu. Baginya anaknya hanya anak cacat belaka yang otaknya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Dia tidak menduga hal itu bukanlah penyakit genetik. Dia tidak pernah berpikir anaknya mengalami gangguan mental. Sampai insiden itu terjadi. Sampai suaminya meninggal di tangan anaknya sendiri.
****
Aku kembali menatap rembulan dari balik jendela. Tapi dari tempat yang berbeda. Setelah kejadian itu Jordan mengeluarkanku dari rumahnya. Dia memanggil prajurit-prajuritnya untuk membawaku paksa ke tempat ini.
Awalnya aku membenci tempat ini. Tapi seiring waktu berlalu, aku mulai menyukainya. Terutama karna teman-temanku tidak meninggalkanku. Mereka ikut bersamaku ke tempat ini. Dan yang terpenting, aku masih bisa menatap rembulan dari sini.
Di luar, aku melihat Jordan tengah bercakap-cakap dengan lelaki lain. Entah lelaki ke berapa dalam hidupnya. Aku tidak peduli. Asalkan bukan lelakiku yang berada di sisnya.
Aku mendongak, menatap rembulan sambil tersenyum bahagia. Rembulan kelabu menggantung di langit malam.

Selasa, 13 Maret 2012

Whats so special about today??

Temen gw : "Cieee acill selamat yaa."
Gwe : *bngung apaan yg d slametin* Huh??
Temen gw : "Loh, besok ikam ultah kan?"
Gw :" Besok?? *msih gak ngeh* Emang bsok tgl brpa git?
Tmen gw : "Tgal 13 kn, masa ultah sorang lupa."

Yeppp...
Itu sepenggal percakapan yang terjadi kemarin, tanggal 12 Maret 2012, gw lupa jam berapa tepatnya. Beneran deh, kalau gak di gituin gw bkln bner2 lupa hari ini tuh tgl 13. And yesss, 13 March is my b'day...

Ayooo tebak umur gwe brapa???? Heheheh...
Ya benar!!! Gwe skrg udh 18 taun. Udh bukan anak 17 taun lagi. Hiyeee... Udh mw msuk kuliah teman-teman (OMG gw harus ngadepin UN bentar lgi). Udah mkin lama aja gw idup nih. Hhi...

Ngomong2 soal idup, kira2 idup gw udh ad mnfaat nya belum yaa?? Udh bnyk pahala belum yaa?? Kok kayaknya msih bnyk bnget gituu kurang nya. Msih bnyk salah nya gw drpd bener nya. Hemm... Ahh udah lah, jgan ngomongin yg serius dulu. Gak asik! :D

Jadi gw mau cerita nih ttg pengalaman gw hari ini. Nah, seperti yg gw bilang tadi, gw itu hampir aja lupa sama ultah gw sndri. Kenapa?? Karna gw pikir gak bakal ad yg spesial2 bget di hari ini. Secara gw kn single gitu, terus juga udh mepet nih menuju hari peperangan, dan temen2 gw yg lain juga psti lgi sibuk. So, thats why I didn't really wait this day.

Tapii... tau gak sodara-sodara, ternyata dari tengah malem tadi bnyak bnget yg bikin gw surprise. Mueheheh... Mulai dari mantan terakhir gw yg malah jdi org pertama yg ngucapin met ultah ke gw, smpe surprise yg di kasih mantan gw yang lain malem ini.

Mantan??? Yepp... Absolutly... Ternyata meski gw kagak punya pacar ya, mantan2 gw msih care sama gw. Terus tetangga gw tersayang yg jg sekaligus sahabat gw, smpet2 nya ngsih kejutan malem2. Huwee... Gwe jdi terharu. Tapi gw juga pngen ngakak sejadi-jadinya kalau inget kejadian tadi. Mueheheh...

Jadi gini ceritanya, gw kn biasanya suka kebangun gitu kalo malem. Nah, pas gw bngun gw sering refleks ngecek jam di hape. Pas gwe liat, eh ternyata ada sms dari mantan gw. Dia ngucapin hpy b'day. Ya gw kaget lah, secara kan status udh bubar jalan, tapi ternyata dia masih care aja. *pdl sbner nya tersanjung banget

Terus pas paginya, masuk bnyk bnget sms. Salah satunya dari kk kelas gw, yg dulu sempet jadian jga sama gw (gw bukan player loh ya! seriusan bukan). Dia minta maaf, soalnya telat ngucapin met ultah. Katanya dia baru inget pas mau tidur tadi malem *jgn2 ni org mikirin gw mulu pas mw tidur? mueheheh*. Jelas lah gue ketawa, ultah gw kn hari ini bukan kemarin. Tu org kebanyakan nelen rumus deh kayanya jadi lupa sama tanggal-menanggal. Yang bikin gw makin kaget, dia janji mw ngasih kado pas dia balik ke Bjm. Huwee... Mantan macam apa itu?? :P

Nah puncaknya itu malem ini. Kan gw tiap hari senin, selasa, sama jumat itu ad jadwal les, jadi gw baru pulang sekitar jam 9an gitu. Pas gw lagi mau ganti baju, siap2 mau bobo manis, tetangga gw sms nyuruh gw keluar. Batallah niat gw ganti baju. Gak mungkin kan gw keluar dgn tanktop dan celana pendek??

Dan, tadaaa!!!
Dia sama pacarnya udah nyiapin kue buat gw. Padahal rumah pacarnya itu jauh dri rumah kita. Huwaa... Baik banget ya itu anak dua. Gw seneng banget, soalnya gw bener2 gak nyangka bakal dapet kua hari ini. :D

Akhirnya kita nikmatin kuenya bertiga sambil cerita-cerita. Lagi rame2nya, tiba2 dateng Oce, tetangga gue beda berapa rumah gitu. Dia bilang mau nitip uang buat bayar pulsa. Ya udah gue percaya aja gitu. Secara dia kan emang gitu orangnya.

Tapi... ternyata pas kami lgi ngobrol, dateng lagi tuh temen2 gue yang lain, si Wahyu, Shobie, sama Ahdi. Mereka bawain gw kue lagi. Huwaa... gw terharu banget, si Wahyu kan sklh nya d Bjb, dan dia bela2in dateng malem2, tapi gw jga pngen ketawa ngeliat mereka. Kenapa?? Soalnya kue yg mereka bw itu kue terang bulan, yg di tengahnya di tusuk lilin angka 18. Mueheheh... Asala banget kan itu mereka. Hhah... Tapi maklum sih, namanya juga cowok. Lagipula, apalah arti blackforest dibandingkan terang bulan kalo yg ngasih terang bulan itu lebih tulus. :P

Tapi sumpah yah ini ultah paling gak terduga sama gw. Mungkin karna gw gak ngarepin apa2 kali ya. Yang gw pikirin itu, dikasih ucapan sama doa juga udh untung, udah Alhamdulillah banget gitu. Tapi ternyata yang gw dapet lebih dari itu. :')

Kejadian hari ini berkesan banget buat gw. Pertama kalinya gw ultah dapet kue terang bulan. Mueheheh... dan kenyataan kalo mantan2 gw pas SMA ini emang beneran baik. :) Gw beruntung banget bisa kenal sama orang2 kaya mereka. Bisa temenan sama orang2 kaya mereka. Gak nyangka deh bakal sebahagia ini. :')

Pokoknya intinya MAKASIH banget buat mereka yang udah pada sayang sama gw. Mudahan umur gw ini bikin gw makin mature aja deh. I love u guys!!! :)

Minggu, 11 Maret 2012

The Secret of Flower

Kita semua pasti tau, kalau bunga selalu dijadikan lambang cinta dimana-mana. Apalagi bunga mawar merah yang sering berseliweran ketika menjelang hari kasih sayang ataupun ketika seorang cowo pengen nembak cewe. Tapi, seberapa banyak sih mereka yang seneng ngasih cewenya bunga, atau para cewe yang seneng di kasih bunga, tau makna tersembunyi yang di bawa setiap tangkai bunga?

Yepp, tiap bunga itu punya arti masing-masing. Mereka membawa pesan tersendiri buat si penerima. Bunga yang masih kuncup dan yang mekar bahkan punya arti yang berbeda. Begitu juga bunga yang sama dengan warna yang berbeda. Tapi, semakin canggih peradaban manusia. semakin dilupain pula bahasa cinta yang satu ini. Padahal, dulu bunga merupakan perantara kata yang gak terucap. Sayang banget kalau kita ngelupain salah satu bahasa unik yang satu ini.

Nah. sebelumnya kita cari tau dulu yuk sejarah dari bahasa bunga. :)
Bahasa bunga dimulai di Inggris pada pertengahan 80-an. Pada zaman itu, ketika seseorang membuat sebuah karangan bunga, dia juga membuat pesan. Tapi, pesan tersebut gak tertulis di kertas. Melainkan tersirat pada pilihan bunga dan susunan dedaunan yang ada.
Semasa itu, orang-orang yang berpendidikan semuanya memelajari tentang bahasa bunga. Bagi mereka setiap bunga mengandung pesan yang hanya akan dipahami oleh mereka yang mengerti bahasa bunga.
Asal dari bahasa ini adalah dari Turki ketika pelukis Perancis merayu gadis Harem. Dia mengajak gadis itu ke Perancis sebagai istri di mana gadis itu mengajarkan para wanita Eropa untuk berbicara menggunakan bunga-bunga dan dedaunan kepada kekasihnya. Lalu, wanita Eropa mengajarkan ke yang lainnya.
Lady Mary Wortley Montague, istri duta besar Inggris di Turki, sangat berpengaruh dalam perkembangan penggunaan bahasa ini di daratan Inggris. Bangasawan Inggris di jaman itu memang terkenal romantis dan suka mengirim bunga kepada pasangan atau kekasih tercinta.
Kemudian bahasa bunga berkembang dari jaman Victoria hingga sekarang. Tak hanya di Inggris namun ke seluruh dunia. Namun sayangnya, saat ini sangat sedikit orang yang memahami arti bunga, terlebih para pria. Sehingga terkadang dia asal memeberi bunga pada kekasihnya. Padahal, bunga yang indah belum tentu memiliki makna yang sama indahnya.
Tapi bahasa bunga sendiri memiliki beberapa perbedaan di setiap negara. Karena penyerapan budaya setiap negara itu beda-beda. Jadi, kalau ada beberapa arti yang gak sama, harap dimaklumi karena mungkin sumbernya berbeda. Contonhnya, di Jepang ada yang bilang camellia putih membawa pesan tentang seseorang yang menunggu. Sementara umumnya, di Eropa camellia putih digunakan untuk memuji seseorang yang menawan.

Makannya di sini saya mencoba menggabungkan semua bahasa yang ada. Anggaplah segala perbedaan itu yang akan menyempurnakan pemahaman kita tentang bahasa bunga *ciee alayy*. Hhe... :)

Hayuks ahh daripada panjang lebar, kita liat pesan dari berbagai macam bunga berikut ini...
Rose (Mawar), umumnya dikenal sebagai bunga yang bermakna cinta.
  • Merah - Aku mencintaimu
  • Putih - Cinta Abadi, kerahasiaan, kesetiaan, polos, dan keheningan
  • Pink - Kepercayaan, kebahagiaan sempurna, kebahagiaan, dan kecocokan
  • Kuning - Kecemburuan, sukacita, dan cinta platonis
  • Hitam - Kematian
  • Merah & Putih - Kesatuan
  • Tanpa duri - Cinta pada pandangan pertama
  • Setangkai, mekar sepenuhnya - Aku masih mencintaimu
  • Putih semburat Pink - Hanya untukmu
  • Jingga - Aku ingin mengenalmu lebih dalam, dan kekaguman
  • Peach - Aku kagum padamu
  • Pink Gelap - Terima Kasih
  • Warna-warni - Kamu segalanya bagiku
  • Kuntum Mawar - Cinta yang murni
  • Kuntum Mawar Merah - Cinta yang polos dan muda
  • Kuntum Mawar Putih - Hati yang terlalu muda untuk cinta (perawan) atau hati yang tak mengenal cinta (konotasi negatif)
  • Kuntum Mawar Putih Kering - Kecantikan sesaat

Lily (Lili), disebut sebagai lambang kesucian.
  • Jingga - Kebencian, dan dendam
  • Tiger Lily - Kekayaan, dan kebanggaan
  • Putih - Kemurnian, keagungan, cinta sejati yang diliputi duka, dan kesederhanaan
  • Kuning - Kepalsuan, dan keputusasaan
  • Lili lembah Putih - Manis, kembali kebahagiaan, kerendahan hati, dan kesempurnaan
  • Lili lembah Merah - Perpisahan, dan memori yang terlupakan

Tulip, bercerita tentang sebuah pernyataan cinta atau cinta yang sempurna.
  • Putih - Putus cinta, cinta yang abadi, dan digunakan untuk meminta maaf
  • Merah - Meminta kepercayaan atau pernyataan cinta
  • Kuning - Cinta yang sia-sia, tidak berguna
  • Jingga - Energi, hasrat, dan gairah
  • Pink - Kepedulian, atau perhatian seseorang
  • Ungu - Melambangkan kebangsawanan
  • Warna-warni - Keindahan

Carnation (Anyelir), umumnya berarti kasih sayang, kesehatan, energi, dan pesona.
  • Pink - Aku tidak akan pernah melupakan dirimu
  • Ungu - Perubahan yang tidak terduga
  • Merah - Hatiku sakit untuk karenamu, dan kekaguman
  • Warna Solid -Ya atau persetujuan
  • Bergaris - Tidak, penolakan, dam berharap agar tidak bersamamu
  • Putih -Manis, indah, tidak bersalah, wanita keberuntungan, dan hadiah
  • Kuning - Kamu telah mengecewakanku, penolakan, dan rasa jijik

Chrysant, bermakna ceria, dan bercerita tentang kepercayaan dan persahabatan.
  • Merah - Cinta
  • Putih - Kebenaran atau kejujuran
  • Kuning - Imperial atau diremehkan, bisa juga bearti optimisme

Camellia, artinya kekaguman; kesempurnaan; keberuntungan; dan kecantikan.
  • Pink - Kerinduan yang mendalam
  • Merah - Dirimu ada di hatiku
  • Putih - Dirimu sangat menarik atau menyatakan kesetiaan untuk menunggu
  • Kuning - Keinginan atau hasrat

Poppy, secara umum berarti terlupakan atau pemborosan.
  • Merah - Menyukai kesenangan
  • Putih - Penghiburan, gembira, dan tidur
  • Kuning - Keberhasilan

Zinnia, bermakna kesetian atau memikirkan seseorang yang jauh.
  • Magenta - Kasih sayang yang kekal
  • Warna-warni - Memikirkan seorang teman
  • Merah Tua - Kepatuhan
  • Kuning - Kenangan yang tak terlupakan
  • Putih - Kebaikan

Lilac, merupakan lambang untuk cinta pertama.
  • Ungu - Perasaan cinta yang baru dirasakan
  • Ungu Muda - Perasaan ragu akan cinta sang kekasih
  • Putih - Impian pertama tentang cinta

Daffodil, umumnya berarti rasa hormat, cinta tak berbalas, dan kebohongan.

Jasmine (Melati), menggambarkan keanggunan. keramahan, dan persahabatan.

Forget-me-not, permintaan seseorang untuk tidak meninggalkannya; sebuah kenangan; dan cinta yang tak terlupakan.

Morning Glory, bermakna kasih sayang, tapi umumnya untuk menyatakan janji yang akan dipegang dengan teguh. Bisa juga digunakan untuk menyatakan seseorang yang sok dan senang berpura-pura.

Lotus (Teratai), memiliki makna tentang keindahan dan kesucian. Bisa juga digunakan untuk menyatakan kemisteriusan seseorang, ataupun kebenaran.

Lavender, artinya adalah kesetiaan. Namun banyak juga yang memaknainya sebagai lambang hubungan yang mendalam. Bahkan terkadang ada yang mengartikannya sebagai rasa curiga.

Rosemary, artinya adalah kenangan, komitmen, dan kesetiaan. Secara harafiah bermakna sebagai permintaan seseorang untuk mengingatnya.

Edelweiss, artinya keberanian, kekuatan, dan kemuliaan.

Hydrangea, artinya “Terima kasih atas pengertianmu”. Namun banyak juga yang menggunakannya untuk menyatakan hati yang dingin, kebanggaan, dan kesombongan.

Freesia, digunakan untuk menyatakan seseorang yang kekanak-kanakan.

Gardenia, mengisyaratkan tentang seorang pengagum rahasia.
Cherry blossom (Sakura), artinya baik hati, manis, dan penuh kasih sayang. Umumnya digunakan untuk menyatakan seorang gadis yang lemah lembut.

Nightshade, melambangkan sebuah kebenaran yang tidak terlihat.

Hyacinth, berarti ketergesaan, dan duka cita. Namun di Yunani digunakan untuk menunjukkan rasa bangga pada Apollo
  • Biru - Menunjukkan kesetiaan
  • Ungu - Digunakan untuk meminta maaf atau menyatakan keputus asaan
  • Merah atau Pink - Menyatakan sebuah permainan
  • Putih - Melambangkan kecantikan, namun secara harafiah berbunyi “Aku berdoa untukmu”
  • Kuning - Menyatakan rasa cemburu

Huwaaahhh!!! Capek juga nulisnya. :D
Ini belum selesai loh, masih ada lagi kelanjutannya. Tapi, berhubung ini entri udah lumayan panjang dibanding biasanya, jadi kita udahin aja ya dulu. :)

Nah, para cowo yang biasanya suka ngasih bunga buat pacarnya, lain kali jangan sampai salah ngasih bunga ya. Siapa tau kamu yang mau minta maaf malah ngasih cewe nya bunga Anyelir Kuning. Bukannya balikan, malah bakalan makin runyam tuh masalahnya. Apalagi kalo cewe nya ngerti bahasa bunga.

Buat para cewe juga penting loh buat tau bahasa bunga. Supaya gak buru-burur geer kalo di kasih bunga sama seseorang. Mentang-mentang bunga mawar itu artinya cinta, pas ada yang ngasih kuncup mawar putih kamu senengnya minta ampun. Padahal, kuncup mawar putih sering dipakai untuk mengejek seseorang yang dianggap gak mengenal cinta, atau berhati dingin. Hhi... :)

Yuks ahh saya capcus dulu!
Sampai ketemu di entri selanjutnya...
:)

Sabtu, 25 Februari 2012

Till We Meet Again

_Menjemput Cinta di Austri_
a novel by Yoana Dianika the third winner of "100% Roman asli Indonesia"

"Apakah aku bisa sedetik saja berhenti memikirkan dirinya? Aku tak tahu harus berbuat apa. Aku jatuh cinta, tetapi ragu dan malu untuk menyatakannya."

Ommooo~~
Ini novel bener-bener sangat wajar buat jadi juara!!!
I wanna be like u unni!!!

Diksi Yoana unni is absolutely great!!
Kata-katanya simpel tapi gak biasa, berisi dan bikin yang membaca mengalir...

Latar tempat yang di ambil Austria, jauh dari Indonesia. Tapi penggambaran yang ada di novel ini bener-bener jelas banget. Sampai sejarahnya juga detail. Seolah-olah Yoana unni ngalamin itu sendiri.

The point is,
YOU SHOULD READ THIS BOOK!!!
:D

Okay,
Let's check my resume...
.. _ .. _ ..
Diawali dengan cerita tentang seorang gadis bernama Elena Sebastian Atmadja, yang merupakan anak dari Sebastian Atmadja dan Esther Nikolaidi. Ibunya, Eshter, merupakan seorang wanita berdarah Austria murni. Mereka menetap di Wina, sampai suatu hari sebuah kecelakaan pesawat mengubah semuanya. Eshter meninggal, dalam perjalanan pulang menuju Wina. Rapuh setelah kehilangan istrinya, Sebastian membawa Elena kecil kembali ke Indonesia, kampung halamannya. Menjauh dari semua kenangan tentang wanita yang memiliki separuh hatinya.

Sebelum berangkat, Elena sempat bertemu dengan seorang anak laki-laki yang bermata kelabu indah. Bocah itu membantu Elena mencari benda peninggalan ibunya yang tak sengaja ia jatuhkan. Meski awalnya Elena merasa bocah itu memermainkannya, pada akhirnya hatinya terjerat oleh kehangatan dan ketulusannya. Sayangnya Elena hanya sempat sekali bertemu dengannya, tanpa pernah tau namanya.

Tapi darah selalu lebih kental dibanding air. Elena kembali ke Wina, untuk melanjutkan impian mamanya, mimpinya, dan melanjutkan kuliah seni musik yang diikutinya. Bukan hanya itu, Elena yang masih terbayang pahlawan kecilnya berharap akan sebuah keajaiban yang terkadang tak dapat dijelaskan oleh kata-kata.

Di sana Elena bertemu dengan Kimiko dan Dupont, teman seapartmennya. Hans yang selalu terlihat dewasa, dan Chrish yang selalu bisa membuatnya tertawa. Bahkan Natalie yang paling dibencinyapun ikut mengisi hari-harinya.
.. _ .. _ ..

Thats all I guess,
Gak rame kan kalo aku yang cerita semua?
:P

Selasa, 21 Februari 2012

Tentang Cinta

Tentang rasa yang tak dapat tersentuh oleh kata-kata
Tentang ilusi bahwa keabadian itu nyata
Tentang jiwa yang mendamba untuk bersatu
Tentang rindu yang terlipat di sela-sela waktu yang berjalan
Tentang kasih sayang yang tulus memberi
Tentang janji kesetiaan tanpa akhir
Tentang terluka namun masih menanti
Tentang memaafkan tanpa syarat
Tentang diriku dan dirimu
Itulah cinta yang kutau