Label

Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Maret 2013

Jurnalism; How You Change the World


Ini sebenarnya adalah tugas kuliah PIJ. Keren ya tugasnya? Review film. Kalau tugasnya kaya gini setiap minggu, aku mah ikhlas da. Hha.. Berhubung sepertinya sayang juga kalau cuman jadi file-file yang memenuhi komputer, akhirnya aku memutuskan buat masukin review aku ke dalam blog. Sekalian sebagai bukti aku udah bikin tugas ini, meski mungkin dengan kemampuan yang masih setara anak SMA. Hemm..

Judul : Veronica Guerin
Directed by : Joel Schumacher
Produced by : Jerry Bruckheimer
Language : English
Cast :  Cate Blanchett, Gerard McSorley, Ciarán Hinds, Brenda Fricker

Irlandia, tahun 1990-an, tengah dikuasai oleh para pengedar obat bius dan narkotik. Para pemadat (sebutan untuk mereka yang menggunakan obat-obatan terlarang) bukan hanya mereka yang telah menginjak usia dewasa, namun juga anak-anak kecil berusia di bawah 15 tahun. Para pemodal bisnis ini adalah mereka dengan kekayaan berlimpah, yang penghasilannya tidak terdata dengan jelas namun dapat membayar pajak dengan baik. Tapi banyak pejabat yang memilih untuk menutup mata. Masyarakat yang berani buka suara melawan para pengedarpun sangat sedikit, dikarenakan pemberitaan yang minim mengenai masalah narkotik di media massa.
Veronica Guerin, adalah wartawan pertama yang dengan berani melakukan berbagai investigasi mengenai peredaran obat-obatan terlarang dan memuatnya di dalam artikel yang ia tulis. Keberanian Veronica sebagai seorang wartawan bukan hanya mengundang decak kagum masyarakat, namun juga membahayakan nyawanya dan keluarganya. Meski begitu ia tetap berjuang menuliskan kebenaran di setiap artikelnya, hingga pada akhirnya ia terbunuh pada 26 Juni 1996.
Pada tahun 2003, Joel Schumacher menggarap sebuah film dengan judul “Veronica Guerin” yang terinspirasi dari kisah nyata wanita itu. Dengan Cate Blanchett yang berperan sebagai Veronica, Joel berusaha mengabadikan lika-liku perjuangan Veronica mengusut peredaran narkotika di Irlandia.
Film di awali dengan mengisahkan Veronica yang tengah menjalani sidang kasus tilang. Di mana ia hanya perlu membayar denda dan tetap memiliki ijin mengemudinya. Keluar dari gedung pengadilan, Veronica menghubungi kerabatnya satu persatu. Mengabarkan kebebasannya untuk bisa tetap mengemudi. Saat tengah menghubungi Detektif Chris Mulligan, seorang pengendara motor memecahkan kaca mobil Veronica. Ceritapun bergulir menuju beberapa hari sebelumnya.
Veronica Guerin adalah seorang wartawan salah satu surat kabar lokal, Sunday Independent, yang awalnya hanya meliput mengenai skandal gereja dan korupsi. Namun suatu ketika, hatinya terusik mengetahui betapa pesatnya laju peredaran narkotika di Irlandia, ditambah kenyataan bahwa kebanyakan pemadat adalah mereka dengan usia belasan, yang kematiannya diabaikan dan dianggap sebagai masalah keluarga semata. Ia bertekad untuk mengangkat masalah narkotika ke dalam artikelnya, dan menyeret semua orang yang terlibat ke balik jeruji.
Veronica memulai investigasinya sendiri. Berawal dari sebuah lingkungan yang ditemukannya, di mana semua orang yang berada di sana adalah pemadat, dan puluhan jarum suntik berserakan di jalanan. Ia bahkan ikut berpartisipasi dalam unjuk rasa yang dilakukan oleh beberapa orangtua yang peduli. Yang kala itu jumlahnya masih sangat sedikit.
Adalah salah seorang narasumber kepercayaan Veronica, John Traynor, yang selama ini membantunya dengan beragam informasi mengenai dunia kriminal. Ketika Veronica mulai mengendus masalah narkotika, John mengarahkan Veronica pada satu nama, Martin Cahill yang biasa disebut sebagai sang Jenderal. Mulanya Veronica percaya bahwa memang Martin Cahill-lah yang memegang kendali atas bisnis peredaran narkotika di Irlandia. Apalagi John sempat memanas-manasi Veronica dengan berkata agar Ia menjauhkan dirinya dari urusan Cahill. Namun, selang beberapa hari setelah pertemuan Veronica dengan John, Cahill terbunuh.
Terbunuhnya Martin Cahill, membuat Veronica berpikir ulang mengenai siapa sebenarnya pemegang bisnis narkotika di Irlandia. Apalagi Veronica berhasil mengetahui bahwa Cahill telah bangkrut jauh sebelum Ia mati terbunuh, dan tidak lagi dapat mendanai perputaran narkotika, apalagi perdagangan dengan skala besar.
Pada saat pemakaman Cahill, John menghubungi Veronica dan mengatakan bahwa Gerry Hutch-lah dalang pembunuhan terhadap Martin Cahill. Veronica yang masih mempercayai John, mengambil umpan yang telah disiapkan oleh sang Coach (John Traynor), dan langsung mengkonfrontasi Gerry di kediamannya. Namun pada akhirnya, Veronica menyadari bahwa John telah mengelabuinya dengan informasi palsu. Yang dapat mengakibatkan pecahnya perang di antara geng utara dan selatan.
Kecurigaan Veronica terhadap John Traynor semakin kuat ketika salah seorang temannya di kepolisian memperlihatkan sebuah foto seseorang yang dicurigai sebagai dalang narkotika di Irlandia, John Gilligan, yang baru saja bebas setahun terakhir. Dalam foto tersebut, terlihat John Traynor tengah menjemput Gilligan yang baru saja keluar dari penjara. Meski Traynor berkelit dan mengatakan bahwa Ia tidak mengenal Gilligan, insting Veronica sebagai wartawan yang kuat mengatakan sebaliknya. Ia mulai menyelidiki Gilligan dengan penuh ketilitian, yang mengakibatkan pria ini murka.
Akibat dari keberaniannya mengkonfrontasi secara tatap muka para gangster, Veronica mengalami beragam teror. Di awali dari sebuah kunjungan orang tak dikenal yang menembak kaca rumahnya, hingga seorang pria bertopeng yang menembak kaki Veronica pada saat natal. Meski begitu, Veronica tidak gentar dan menjadi semakin bersemangat mengusut kasus yang tengah ditanganinya. Bahkan Ia tidak ambil pusing dengan perkataan para wartawan lainnya, bahwa Ia sengaja menembak kakinya sendiri untuk mencari perhatian semata.
Orang-orang terdekat Veronica berusaha menariknya dari kasus ini, dan membujuknya untuk menulis hal-hal lain seperti fashion, olahraga, dan bahkan mengenai berkebun. Tapi bukan Veronica namanya bila Ia tidak keras kepala. Baginya, penembakan yang dialaminya hanya menunjukkan bahwa Ia semakin dekat dengan apa yang dicarinya selama ini. Kesadaran akan hal ini, membuatnya semakin tidak dapat melepaskan berita ini betapapun penembakan itu telah menggoreskan trauma baginya. Bahkan setelah keluar dari Rumah Sakit, Ia tetap nekat mengunjungi para kriminal hanya untuk memberi mereka selembar surat yang bertuliskan “Were you responsible for my attack?”. Gerry Hutch, tentu saja menjadi salah seorang yang beruntung mendapat kunjungan ini. Namun, kali ini Gerry dengan tegas menampik tunduhan Veronica. Ia berkata bila ia yang melakukannya, tembakan itu tidak akan meleset, dan akan tepat membunuh Veronica.
Veronica memulai kembali penyelidikannya, yang pada akhirnya membawanya pada John Gilligan. Tanpa rasa takut, Veronica mengunjungi Gilligan di kediamannya. Ia tidak menduga bahwa Gilligan memiliki tempramen yang sangat buruk. Begitu Veronica mengajukan pertanyaan mengenai properti yang Ia miliki, Gilligan langsung memukuli Veronica. Babak belur dan gemetar, Veronica berusaha mengemudi menuju kediaman ibunya.
Setelah kejadian itu, Veronica diharuskan untuk memilih antara beritanya ataukah menuntut Gilligan di pengadilan. Dalam keadaan bingung, Veronica mendapat panggilan masuk dari Gilligan, yang mengancam akan menculik anak Veronica, Cathal, dan memerkosanya bila Veronica tidak mundur dari hal ini. Kalut, Veronica tetap berusaha menampakkan kekuatan dirinya ketika bertemu dengan Traynor. Dalam pertemuan itu, Traynor berusaha membujuk Veronica agar menerima penawaran damai dari Gilligan dalam bentuk uang. Namun Veronica menolak, dan pergi meninggalkan Traynor.
Menolak untuk tunduk dan terintimidasi oleh Gilligan, Veronica akhirnya mengajukan tuntutan terhadap Gilligan. Meski ia tahu hal itu akan menyebabkan ia kehilangan berita yang selama ini dipertahankannya. Ia berkata bahwa bila ia berdiam diri saja, hal ini akan membuat para penjahat merasa bahwa mereka, wartawan, adalah orang-orang yang dapat diperlakukan seenaknya dan secara tidak langsung menyatakan bahwa para wartawan adalah orang-orang pengecut. Karena itu ia memutuskan untuk maju dan melawan Gilligan di pengadilan. Tapi lagi-lagi pemerintah mengecewaknnya, hakim memutuskan untuk menunda sidang di antara mereka.
Film beralih kembali pada scene pembuka. Namun kali ini bukan lagi Veronica yang mendapat sorotan utama. Namun kegiatan orang-orang disekelilingnya. Tepatnya, para gangster yang tengah mengikuti Veronica.
Pada hari itu, tepat setelah Ia keluar dari gedung pengadilan, Veronica tidak pernah menyadari adanya sebuah sepeda motor yang terus mengikutinya. Hari itu, Veronica tidak menyadari bahwa hidupnya akan berakhir dengan mengenaskan. Begitupun para kerabatnya, tidak menyadari bahwa itu akan menjadi percakapan terakhir mereka dengan Veronica. Tepat pada perempatan jalan Naas, ketika Veronica tengah menelepon detektif Chris Mulligan, sebuah sepeda motor berhenti di sisinya. Pengendaranya memecahkan kaca mobil Veronica, lalu meluncurkan timah panas pada tubuhnya. Hari itu, 26 Juni 1996, Veronica meninggal, terbunuh.
Kematian Veronica, mengubah Irlandia. Para pemerintah akhirnya menetapkan UU baru tentang para pengedar, dan pembekuan aset harta benda yang tidak jelas asal muasalnya. Gilligan dan Traynor kehilangan seluruh harta kekayaan mereka. Dan sejak saat itu pula angka kriminalitas di Irlandia turun hingga 15%. Masyarakat tidak lagi menjadi masyarakat pasif, namun menjadi lebih aktif dan krisis dalam menghadapi permasalahan di Irlandia.

Sabtu, 05 Januari 2013

Setahunan Hobi Baru :)

It's almost a years, punya hobi baru yang magnetnya lebih kuat dari baca ._.
Padahal selama ini, cuman baca buku yang bisa bikin Aku lupa sama dunia, dan segala kerumitan yang menyesakinya. And here it is, my new hobby.. Tadaa~~~

















Yeiiiyyy... Yap, this is my treasure chest. :3
Peti harta yang sangat-sangat berharga. Hhe..
Oke, aku jelasin. Jadi, hobi baru aku yang udah hampir satu tahun aku jalanin ini adalah ME-RE-JUT. Iya merajut, yang ngoprek benang pake satu jarum (crochet) atau dua jarum itu loh (knitting). Yang benangnya di lilitin pake jarum, yang sering ada di komik-komik Jepang ituu. Get it? Get it? Get it?

Aku juga bingung, kenapa bisa-bisanya punya hobi ngerajut. Sampai-sampai mamah pernah bilang aku kaya nenek-nenek pensiunan, kerjaannya ngerajut mulu di rumah. Hhi.. Padahal kan ngerajut itu bukan cuman buat pensiunan. Hufht -________-

Jadi, emang udah dari dulu aku penasaran sama kerajinan yang satu ini. Cuman ya gitu, berhubung aku tinggal di suatu kota yang bernama Banjarmasin, yang di sana itu agak susah yah kalau mau nyari bahan-bahan keperluan merajut, jadi rasa penasaran ini sempet terpendam bertahun-tahun. Sampai akhirnya di awal semester 2 pas kelas 3 SMA, aku nekat nyari perkakas rajut sama temen aku, namanya Apriyani Puspa Dewi. Eh nemu, ya udah habis itu iseng-iseng kita ke Gramedia, nyari buku panduan gitu. Pas udah lengkap semua, mulai lah proyek belajar merajut kami.

Yang lucu selama proses belajar ngerajut itu, mendadak ngerajut jadi 'booming' di angkatan aku. Hhi.. Pada banyak yang ikut-ikutan pengen belajar juga. Padahal kita juga masih garuk-garuk kepala nyoba mahamin panduan yang ada di buku. Meski Alhamd akhirnya sukses juga (ง`.´)ง .
Wahh, karya pertama aku tuh pokoknya Astagfirullah banget. Mencong san-sini, hhi.. Pengen di upload tapi sayang aku tinggal di rumah. Hhe...

Yang miris kalo di inget-inget itu, jauhnya perbedaan harga benang di Banjarmasin sama di Bandung (Iya sekarang aku di Bandung, tepatnya di Jatinangor). Bayangin aja, awalnya aku kira harga 16rb buat benang segulung (benang katun) itu yah emang udah segitu. Taunya pas sampai sini, aku beli benang harganya cuman 8-9rb. Jauh banget kan :( Hhu..
Tapi ya itu namanya perjuangan kali ya (sok bijaksana). Hhi..

Selama setahun ini, mati-matian belajar ngerajut. Padahal waktu itu kondisi udah mau Ujian Akhir Nasional, sama mau tes SNMPTN. Tapi akunya malah sebodo amat, tetep anteng belajar ngerajut di sela-sela semua kericuhan menjalang tes. Belajar dari mulai nyoba-nyoba sendiri, liat panduan di buku, sampai akhirnya nyari panduan di youtube. Iya, selama belajar itu, aku ngga punya tutor yang ngajarin sama ngejelasin secara langsung. Jadi ya gitu, lama proses belajarnya. Soalnya belajar sendiri. Thanks to YouTube yang ternyata nyediain berbagai macam tutorial Crochet and Knitting. :'

Yah begitulah, selama suka duka yang belum berakhir ini (Harus bisa bikin sweater, vent, kaos kaki, sama sarung tangan!) banyak deh kenangannya. Gak kerasa aja tau-taunya udah setahun. Hhi..
Dan inilah prakarya yang berhasil aku buat selama ini..
Jeng~~ Jeng~~

1. Japanese Doll
Ini aku juga dapet tutorialnya dari internet. Hhi.. Cuman berupa pettern sih dapetnya, tapi Alhamd berhasil mengaplikasikannya sampai jadi boneku unyuuu~~ begini.
Hhu.. Jadi terharu :' 






2. Syal
Iyaa ini syal >.<
Meski sejujurnya, ngga akan muat dililitin di leher. Huuuhhh. Iya ini syalnya kependekan. Entah kenapa, benangnya udah habis duluan sebelum sampai di panjang yang diinginkan. -___-
Tapi ya sudahlah, yang penting ini syal jadi. Oh iya, ini pakai teknin Knitting ya, bukan Crochet.



3. Handphone Case
Ini ceritanya tempat HP. Tapi  karna aku sendiri ngga suka pake tempat HP. Jadilah akhirnya ngga kepake. Sayang juga sih sebenernya. Akhirnya malah aku jadiin wadah permen. :3




4. Pencil Case
Ini tempat pensil, yang waktu di pake akhirnya malah kotor kena tinta. Dan tintanya ngga bisa hilang -____-
Salah juga sih milih warna putih buat kotak pensil. Hhe.. :B







5. Kotak Pensil Motif Anak Tangga
Tadinya sebenernya ini pesenan temen. Tapi di tengah jalan proses pembuatan, mendadak dia berubah pikiran tentang motifnya. Daripada dibongkar, akhirnya aku jadiin aja. Terus di pake sendiri deh.
 6. Pita
Ini benda paling simple, paling gampang yang semua pemula juga bisa kayanya. Iya soalnya emang beneran gampang banget. Tinggal bikin persegi panjang, terus di satuin ujungnya. Habis itu bikin tengahnya, terus di iketin. Tapi biarpun gampang, aku suka hasilnya. :)



7. Boneka Voodo (?)
Hah? Boneka Voodo?
Ehm, bukan sih sebenernya. Tapi berhubung banyak yang komentar begitu, jadilah aku namain dia boneka voodo. Padahal lucu (?) gini kan bonekanya. Emang dasar pada sirik aja tuh yang ngomong gitu. : p





8. Gantungan Kunci Huruf
Yeiiiiyy, inilah dia hasil karya yang sebenernya masih dalam rangka uji coba. Hha..
Banyak yang nyangka ini sebenernya boneka orang yang ngga ada kepalanya. Heran juga kenapa pada mikir gitu. Padahal jelas-jelas ini huruf 'K'. Kenapa K? K itu buat Kempo. Liat kan motif di tengahnya? :)





Okee...
Sejauh ini hanya itu prakarya saya yang masih saya pegang. Sisanya Alhamd udah berpindah tangan ke mereka yang lebih membutuhkan (?). Semoga aja di jaga baik-baik yaa :'

Sabtu, 01 September 2012

It's Septembaahhh!!

First day in a new month :))
Pasti banyak wishing2 yang bertebaran deh di mana-mana~~
Saya juga termasuk yang hobi make a wish di awal bulan sih *tiap hari padahal make a wish nya*

Udah bulan September nihh, la~la~la~ye~ye~ye~~~~, brrti bentar lagi masuk kuliah :|
Kok sedih ya? Sedih banget banget yaa? Galau dehh :|
Belum siap mental inii jadi anak kuliahan, belum full nih adaptasinya, masalah perut aja belum beres inii, huweee :"

Jadii, berhubung perasaan masih complicated banget sama bulan September, wish saya yang paling besar adalah saya bisa SURVIVE di bulan inii :"
Bukan nya saya lagi nyamar terus di kejar-kejar ato gimana yaa, maksud nya yaa saya survive aja ngelaluin bulan inii, sehat-sehat ajaa gitu, kuat ngadepin ospek, wkwk..

Semogaa semua temen seangkatan di mana pun mereka berada, sehat selalu deh
:))
Love u all :*

Minggu, 08 Juli 2012

Cuap-cuap

Hari ini, tanggal 8 Juli 2012, tepatnya hari Minggu, akhirnya aku selesai berjuang mencari jalan menuju masa depan *ceileehh. Hari ini akhirnya aku udah ngga usah lagi belajar, ngga usah lagi buka-buka buku pelajaran. Ngga usah lagi ngapalin rumus-rumus yang seabreg-abreg itu. -____-
Sekarang tinggal tawakal nunggu hasil tes hari ini, ckck. Dalem hati aku udah jejeritan pengen liburan. Bayangin aja, dari lulusan SMA kemaren aku belum sempet dapetin liburan yang bener-bener liburan. Astagaaa.... Berapa bulan itu udah???
Tapii, akhirnya semua berakhir hari ini. Udah ada pegangan juga bakalan ke mana kaki ku ini melangkah. Huahahahah...
Sekarang udah bebas, mau guling-gulingan kek, mau tiduran seharian kek, mau ngembat novel kek, apa kek, ngga jadi masalah. Tinggal ngurus surat-surat administratif doang. Nyehnyehnyeh~~~

Oh iya, FYI aja, aku sekarang lagi di Bogor loh. Kota Hujan!! Tau kan? Tau kan? Pasti taulah, kalau ngga tau cari sono di atlas. -____-
Sebenernya aku di sini bentar doang, ngga nyampe seminggu. Cuman dalam rangka pengen ikut tes mandiri Univ aja jadi nya aku nyasar di sini. Eh, gak nyasar juga deng. Nyangkut lah lebih tepatnya, di rumah Wa Aas, kakanya Ummi. Asik deh di sini, suasananya beda sama Banjarmasin *iyalaahhh*. Tapi orangnya baik-baik. Terus-terus, kan tadi aku habis tes tuh, di jemput sama Uwa, nah habis itu ternyata aku di bawa ke Botas. Cihuuuyyy~~~
Akhirnya bisa mampir juga ke Gramed. Wuihhh, banyak banget novelnya di sini. Ckck. Rasanya semua novel baru pada manggil-manggil buat di beli. Haduh haduh. -___-
Rasanya dikelilingin banyak novel baru itu ngebahagiain banget. Kaya habis di isi batre. Seger plus melek dah langsung yang habis ngedrop gara-gara ujian. :D

Pas nyampe rumah, ternyata Bi Neneng sama Om Teguh pada dateng ke Bogor juga malem ini. Yeeeiiyyy~~ Asik lah pastinya. Cuman sayang Yumna, sepupu aku, udah lupa sama aku. Hhah... Wajar lah yah, udah lama banget ketemunya waktu itu. 10 taon ada kali yah. Ckck...

Minggu, 27 Mei 2012

Duabelas IPA 3

Masa-masa SMA,
Dulu aku kira sama kaya apa yang di tayangin FTV. Isinya cuma seneng-seneng, cinta, dan segala macam hal-hal indah lainnya. Sayangnya, ternyata kenyataan nggak seindah dalam cerita. Senangnya, hidup ternyata memiliki lebih banyak rasa yang gak tersaji di dalam layar kaca, ataupun lembar-lembar buku yang kita baca.

I do love reading....
Serius deh, aku bener-bener seneng ngabisin waktu dengan baca. Atau beli buku yang bahkan kadang ngga habis ku baca. Tenggelam dalam khayalan dan melupakan realita hidup.
Tapi, kehidupan ternyata jauh lebih menarik untuk di ikuti dan di nikmati. Dan hal itu baru ku sadari saat ini. Di saat-saat terakhir aku berada di sekolah. Saat-saat terkhirku sebagai siswi SMA.
Sedih ya?? Yang jelas aku sedih banget. Ngga akan ada lagi kumpul2 buat bikin tugas, ato belajar bareng. Ngga ada lagi gila-gilaan di kelas, di hukum karna gak bikin tugas. Bahkan gak ada lagi upacara bendera yang paling bikin males anak-anak seangkatan. :D

IPA 3, keluarga kecilku di SMASA. Tempatku berbagi suka duka selama 2 tahun ini. Tempat yang penuh kenangan. Dan sekarang masing-masing dari kami bakalan memilih jalan yang beda-beda. Entah nanti kami bakalan ketemu lagi di salah satu persimpangan hidup, ataukah hanya akan terselip di sela-sela memori. I dunno.
Pokoknya, apapun yang terjadi, IPA 3 bakal tetap di hati aku. :)

Tapi ada yang paling bikin aku sedih, pisah sama sahabat-sahabat yang selama ini selalu dengerin aku, meski kadang aku nyebelin, bikin emosi, pisah sama temen-temen seangkatan yang selalu bisa bikin aku ketawa hanya dengan liat kelakuan ajaib mereka. :')
Ngga ada lagi Awang yang nyebelin, Ocin yang kadang ngeselin tapi bijaksana, Naya yang heboh, Lidya si cantik, Ani chairmate tercintaku, Vivi kembarang yang selalu ketuker sama aku, Mia yang sering ngajak belajar bareng, Anis yang rame, Zazav tetanggaku tersayang, dan mereka yang lainnya. :')
Hiks... Jdi pengen nangis...

Tapi, thats life right??
Pertemuan selalu diiringi perpisahan. Suka ataupun ngga, hal itu ngga bisa di pisahin lagi. Yang jelas perpisahan kita di SMA ini hanyalah akhir dari masa remaja yang penuh hura-hura, air mata, dan cinta monyet. Juga awal langkah kita memasuki dunia yang sebenarnya. :)

I'll miss you guys, but we should take our own way since now. I hope someday, when we meet again, we can remember all our happiness and sadness together. Then we can share our succes. :)
I Love You All... :)

Minggu, 13 Mei 2012

Delapanbelas Tahun

Selama 18 tahun aku hidup, gak ad seorang pun yg bisa jelasin ap itu cinta dgn benar ke aku. Selama itu juga aku berkali-kali menemukan perbedaan definisi cinta bagi setiap orang. Tapi semua perbedaan itu saling melengkapi dan menyempurnakan definisinya.
Selama 18 tahun aku hidup, puluhan orang di sekitar ku jatuh cinta dan putus cinta. Semuanya membawa kenangan yang berbeda tentang cinta. Begitu pula pandangan yang mereka miliki, tidak pernah sama satu dan yang lainnya.

Selama 18 tahun aku hidup, berbagai perasaan telah ku alami. Berbagai pengalaman ku jalani. Namun hingga kini aku tetap bertanya-tanya apa itu cinta. Bahkan aku ragu apa pernah aku benar-benar jatuh cinta. Apa aku pernah begitu menyayangi tanpa memikirkan masalah apapun yang akan menghadang.

Selama 18 tahun aku hidup, ribuan ungkapan tentang cinta telah kubaca, kudengar, bahkan kubuat. Tapi sesungguhnya akupun masih meragu terhadapnya. Ada yang bilang,
"Ketika kita tidak dapat melakukan apapun tanpanya, meski tidak ada alasan, bukankah itu cinta."
Benarkah? Karena bila itu benar, maka aku yakin aku belum pernah jatuh cinta. Sebab selama ini tidak satupun mereka singgah tanpa alasan di hatiku. Dan tidak sekalipun kepergian mereka menjatuhkan ku untuk waktu yang cukup lama.

Selama 18 tahun aku hidup, menangis selamta satu-dua hari ketika putus cinta itu biasa. Lalu menangis lagi ketika mengenang kegagalan itu, dan ketika bercerita pada orang lain, sewajar tarikan nafasku selama ini. Wajar ketika kita merutuki kegagalan. Namun hanya sebatas itu. Setelah itu aku akan bangkit dan berhenti menangisi masa lalu.

Selama 18 tahun aku hidup, batas antara cinta, sayang, dan kagum masihlah transparan. Begitu mirip, sehingga sulit memilah dan mengukurnya dalam takaran yang tepat. Namun seseorang pernah mengatakan, bahwa rasa kagum, dan sayang yang tulus adalah awal dari cinta. Karena keduanya akan tumbuh dan merambati hatimu perlahan bila kau menyiraminya dengan tepat.

Kini setelah 18 tahun aku hidup,
Aku masih bertanya-tanya tentang cinta...

Minggu, 01 April 2012

Hand Made Part 1

Setelah sekian lama berkutat dengan segala benan2 rajut, akhirnya muncul juga sebuah karya --"
Yahhh, gak bisa di bilang bagus sih. Tapi lumayan lah buat pemula! Mueheheh... :D

Udah berbulan-bulan nyaris nyerah dan cuma menghasilkan selembar syal yang gak bisa di bilang setengah jadi,
Yang di sebelahnya itu bunga hasil rajutan pertamaku. Mueheheh...
See??
Itu bahkan ngga sampai setengah panjang syal yang seharusnya. Awalnya sih semangat bikin, tapi begitu di tengah jalan, ngeliat hasilnya yang jauh dari rapi aku mutusin buat ngulang lagi dan jadiin itu sebagai pengingat. :D
Setelah kejadian itu aku belajar, kalo segala sesuatu itu harus mulai dari bawah. Dan hasilnya adalah bunga kecil itu. Ckck --"
Tapi ngga apa2 lah, yang penting kan proses belajarnya!
;)

Nah,
Setelah hasil yang tidak memuaskan itu, aku nyoba2 bikin wadah hape. Dengan bantuan nasehat temenku yang udah lebih bisa, akhirnya jadi juga itu barang. :D
Kaya gini nih bentuknya,
Hiyaaa!!! Asik asik... Bisa bisa...
Hhah...
Setelah terbelit benang berkali2, narik2 itu benang buat ngulang, akhirnya jadi juga. Perjuangannya penjang loh buat bikin ini! *lebay*
Yah, pokoknya rasanya seneng banget bisa bikin sesuatu dengan tangan sendiri. Mueheheh...

Minggu, 25 Maret 2012

PROLOG

Di atasnya langit mendung, saksi bisu perjalanan hidupnya selama ini seolah ikut bersedih melihatnya. Perlahan, hujan mulai turun membasahi tubuhnya yang tergeletak. Mengiringi setiap helaan nafasnya yang kian melemah seiring waktu berlalu. Sperti de javu, bayangan peristiwa serupa mencuat dalam pikirannya. Matanya menerawang, membentuk seraut wajah di benaknya.Adrian...
****
Langit yang sama 8 tahun yang lalu

“Maaf Sil, aku tau ini ngga masuk akal. Tapi, aku ngga bisa lanjutin ini semua.” Adrian berkata tanpa menatap wajahnya.
Sisil terpaku. Otaknya masih mencerna apa yang tengah terjadi di hadapannya. Seolah telinganya berhenti bekerja sebagaimana mestinya. Sisil menolak untuk memercayai semua yang diucapkan Adrian. Menolak kenyataan yang terlalu kejam untuknya.
****
1 tahun kemudian

“Thx for ur surprise.” ketik Sisil cepat di handphonenya.
Sedikit ragu, Sisil mencari nomor seseorang di daftar kontak miliknya. “Adrian Al Fathir”, di tatapnya nama itu selama beberapa detik sebelum menemukan keberanian untuk memencet tombol sent.
Beberapa saat kemudian balasan pesan yang dia kirim datang. Dengan cepat Sisil membuka pesan masuk, “No problem. Cuma sedikit kejutan yang sayangnya ngga berjalan sesuai rencana. Lov u :*.”
Jantung Sisil seakan berhenti berdetak. Dunianya berputar dengan cepat. Menelan kesadarannya yang mati-matian dia pertahankan.
****
3 tahun kemudian

Sisil menatap e-mail yang baru saja diterimanya dari Adrian. “Selamat ya udah lulus. Semoga kamu makin sukses”. Singkat, namun menunjukkan kenyataan pahit yang menghantam hatinya.
Adrian masih mengawasinya. Mengikuti setiap perkembangan dirinya. Masih selalu ada untuknya. Di sekitarnya, seperti udara yang tidak dapat dilihatnya. Tapi keberadaannya sangat nyata. Bahkan terlalu nyata untuk diabaikan.
****
4 tahun kemudian

“Sil, kenalin ini pacar aku yang sering aku ceritain.” Vivian berkata sambil tersenyum cerah.
Sisil menoleh, mendapati wajah yang sangat dikenalnya balik menatapnya dengan raut terkejut yang sama. Wajah yang sangat dirindukannya. Wajah yang masih dan selalu mengisi mimpi-mimpinya bahkan ketika Sisil terjaga. Wajah yang dicintainya.

Jumat, 23 Maret 2012

Budaya "Bullying", Budaya Dunia?

Kenapa Bullying?
Bukan, bukan karena aku ngerasa sebagai salah satu korbannya. Bukan juga karena aku adalah salah satu pelaku.Tema ini datang setelah denger cerita dari salah satu temenku yang sekolahnya merupakan salah satu sekolah borju di sini. Alasan utama aku bikin posting ini adalah buat dia.
Tapi ngga ada salahnya kan kalau semakin banyak yang merenungi hal ini?


Selama ini aku udah cukup sering denger yang namanya bullying. Ngga terhitung berapa banyak remaja, anak-anak, dan orang dewasa yang nekat bunuh diri akibat budaya bullying. Sama halnya dengan dunia perfileman dan sinetron, yang ngga pernah bosen mengangkat tema ini sebagai wahana bisnis.

Jujur, awalnnya aku ngga pernah mikir kalau hal seperti itu bisa bener-bener terjadi. Naif ya? Memang. Aku akui aku dulu adalah orang yang naif. Dalam pikiranku, sejahat-jahatnya seseorang, ngga akan ada yang tega ngelakuin hal kaya gitu. Mungkin ini karna aku sendiri ngga pernah secara langsung menyaksikan seseorang yang di bully dengan sadis dan ngga pernah memahami apa sebenarnya bullying. Padahal pada kenyataannya, bullying ada di mana-mana. Bahkan ketika aku mulai memahami apa itu bullying, aku sadar hal itu juga sering terjadi di sekitarku. Bahkan mungkin tanpa sadar aku pernah ngelakuin hal itu.

Bullying adalah hal yang paling mencerminkan sifat dasar manusia yang primitif. Egoisme, arogan, dan perasaan sebagai yang terkuat adalah dasar dari perlakuan ini. Secara harafiah, bullying berarti menggertak atau mengganggu pihak yang lemah. Bisa dibilang seperti si Kuat menekan si Lemah untuk menunjukkan bahwa dia benar-benar Kuat. Sesuatu yang banyak terjadi di lingkungan sekolah anak-anak ataupun lingkungan pergaulannya di rumah.

Secara umum, ada 2 masalah utama dibalik terjadinya bullying di sekolah : Penampilan, dan Status sosial. Pelaku bullying (disebut “Bully”) selalu memilih target / korban dari kalangan teman yang menurut mereka tidak cocok untuk bergaul bersamanya; bisa karena penampilan, sifat (misalnya pemalu, pendiam), ras, agama, atau suku. Dan pilihan target akan jatuh pada individu yang menurut mereka inferior atau di bawah strata mereka.

Biasanya, bullying yang kita dengar dan lihat di televisi adalah bullying yang mengarah pada kekerasan fisik. Seperti pemukulan, ataupun hal lainnya yang mengakibatkan korban terluka tubuhnya.  Tanpa sadar, media telah menanamkan pemahaman bahwa bullying hanya sebatas perlakuan semena-mena dari segi fisik terhadap orang lain. Hal ini jugalah yang menjadi pemikiranku dulu.

Padahal pada kenyataannya, bullying bukan hanya menganai fisik. Tapi juga mengenai psikis korban yang ikut terkena imbasnya. Seringkali kita mendengar teman sekelas, atau teman sepermainan kita yang seringnya adalah mereka-mereka yang 'berlebih' memeberi berbagai macam julukan yang tidak pantas kepada teman kita yang lain. Nah! Hal itu, pada kenyataannya ternyata merupakan salah satu bentuk bullying yang terjadi secara verbal.

Bullying secara verbal, lebih berbahaya dibandingkan bullying secara fisik. Mengapa? Karna ucapan seorang manusia, bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua yang bisa sangat mematikan. Kata-kata, merupakan bentuk sugesti terkuat yang sangat sulit ditolak ataupun diabaikan. Hal ini terbukti dengan banyaknya kasus penipuan, di mana korban termakan oleh kata-kata manis pelaku

Tanpa masyarakat sadari, bullying secara verbal bukan hanya dilakukan oleh sesama teman, namun bisa juga dilakukan oleh guru terhadap murid, ataupun orangtua kepada anak. Banyak yang tidak menyadarinya dan mendeteksi hal ini dengan cepat, sehingga sering kali sudah sangat terlambat untuk menanganinya.

Hal yang paling menyakitkan dari bullying adalah, proses terjadi berulang-ulang, setiap hari, setiap waktu istirahat, setiap ada kesempatan, selama bertahun-tahun dia akan dilecehkan, diremehkan, dan ditertawakan oleh para manusia yang merasa superior tersebut.

Ini menyebabkan si korban bullying akan selalu berada dalam keadaan ketakutan yang konstan. Keadaan inilah yang secara psikologis berbahaya dan berpotensi menjadikan si anak memiliki kepribadian yang menyimpang. Anak akan berkembang menjadi pribadi yang tidak percaya diri, stress, depresi, cemas, bahkan secara statistik anak yang mengalami bullying pada masa sekolah berpotensi untuk melakukan bunuh diri.

Fisiknya juga akan ikut terganggu baik akibat bullying secara fisik (dipukul, ditendang, dll), maupun efek psikologis yang menjadi penyakit (dalam bahasa medis disebut Psiko-somatis); seperti sering sakit perut, gampang pusing, tidak nafsu makan, dan ujung-ujungnya gampang sakit.

Yang akan menjadi masalah adalah apabila korban Bully, menjadi pelaku Bully pada anak lain yang ia pandang sesuai dengan tujuannya, yaitu untuk mendapat kepuasan dan membalaskan dendam. Ada proses belajar yang sudah ia jalani dan ada dendam yang tak terselesaikan. Kasus di sekolah-sekolah, dimana kakak kelas melakukan Bully pada adik kelas, dan kemudian Bully berlanjut ketika si adik kelas sudah menjadi kakak kelas dan ia kemudian melakukan Bully pada adik kelasnya yang baru, adalah contoh dari pola Bully yang dijelaskan di atas.

Meski berdampak hebat, tidak mudah menghentikan perilaku bullying. Hal ini, antara lain, dikarenakan kadang korban merasa tidak sedang mendapat perlakuan bullying. Selain itu juga karena lingkungan masyarakat yang masih tidak ambil pusing terhadap kejadian ini. Lebih dari itu, korban seringkali tidak berani melapor apabila mengalami bullying.

Terkadang, ketika korban melapor dia mendapat bullying dari teman-temannya, para orang dewasa yang mendengarnya tidak menanggapi dengan serius. Sering ada kejadian mereka malah menyalahkan sang korban yang dianggap tidak mampu ataupun tidak mau bersosialisasi dengan anak lain, sehingga dia dijadikan sasaran bullying. Bahkan terkadang, mereka menganggapnya hanya sekedar lelucon. Yang lebih parah adalah, setelah dia melapor, bullying yang dia terima malah semakin berat. Semakin banyak yang menjauhinya, dan mengucilkannya karna dia di aggap pengadu dan tidak bisa diajak bercanda.

Hal yang lucu bukan?
Padahal merekalah yang terluka. Tapi mereka pulalah yang sering kali dicap semakin buruk ketika mereka melawan.

Bila hal itu sudah meresap di dalam budaya masyarakat, bukankah sudah tugas kita untuk mengubahnya? Bukankah sesuatu yang besar bermula dari sesuatu yang kecil? Maka mulai sekarang, tanamkanlah perasaan rendah hati di dalam diri kita masing-masing. Jangan pernah merasa sebagai yang terhebat, atau sebaliknya yang paling tidak berguna. Karna bukankah Tuhan menciptakan kita dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing? Dan kapan saja Tuhan ingin, Dia bisa menjatuhkan kita sejatuh-jatuhnya.

Ketika kalian bertemu dengan korban bullying, jangan pernah menutup mata dan melarikan diri untuk keselamatan sendiri. Karna bukankah menjadi korban itul sangat tidak menyenangkan? Tentunya ketika kita berada di posisi korban, kita ingin ada seseorang yang mengulurkan tangan pada kita bukan? Jadi sudah seharusnya kita berlaku yang sama.

Sebaliknya, bila kita berada di posisi korban, jangan pernah merasa tidak pantas untuk hidup. Yakinlah setiap manusia itu sama. Jangan menyerah dan merasa diri selalu salah. Karna bukankah manusia memang tempat salah dan khilaf? Lindungilah diri anda sendiri, dan berusahalah untuk menunjukkan bahwa mereka salah menilai kalian. Bahwa anda bisa menjadi 'sesuatu'. Karna meskipun seseorang telah mengulurkan tangannya, kekuatan diri kita sendirilah yang mampu membuat kita bangkit kembali.

"Apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai."

Rabu, 21 Maret 2012

Rembulan Kelabu



Aku menatap dari balik tirai-tirai jendela kamarku. Menatap sesosok lelaki yang tengah asyik bercengkrama dengan seorang wanita muda berambut merah. Lelaki itu tertawa, merangkul mesra wanita di hadapannya. Mataku terpaku, mendamba akan sentuhan yang sama seperti yang wanita itu dapatkan. Memuja tanpa kata sosok maskulin yang terus mengisi mimpi-mimpiku. Mimpi-mimpi terliar dari tidur panjang berbalut berjuta benang kesepian. Aku ingin lelaki itu menyentuhku lagi, seperti yang pernah dilakukannya padaku.
Aku menginginkan lelaki itu. Hanya untukku seorang. Milikku. Bukan milik wanita muda bernama Jordan yang kini tengah mengecup lelaki itu dengan mesranya. Melepas kepergian lelaki itu dengan senyuman palsu.
Rasanya aku ingin mencakar wajah wanita itu. Aku membencinya. Wanita itu tidak pantas untuk lelakiku. Akulah yang pantas mendampinginya. Satu-satunya orang yang mencintai lelaki itu dengan tulus. Tanpa isyarat. Tanpa kepura-puraan.
Pintu depan terbuka, Jordan melenggang masuk sambil bersiul seolah dunia miliknya. Aku membencinya. Ya, aku membenci wanita itu. Wanita yang merenggut segala yang ku miliki dan ku cintai. Wanita yang membuatku merasa seolah tak berarti di dunia ini.
Wanita itu berhenti, menatapku sambil bersandar pada pintu kamar.
“Hy, aku kira kamu masih tidur.” sapanya sambil tersenyum lebar.
Aku hanya menatap wanita itu tanpa berniat menjawab pertanyaannya. Aku tidak akan tertipu oleh senyumannya yang kini dia tampakkan. Itu hanya terlihat di permukaan. Seperti bungkus kado yang menutupi kebusukan yang ada di dalamnya. Tapi aku tau seperti apa sosok asli wanita ini. Ya, aku mengetahuinya dengan pasti. Tanpa bersusah payah menyapanya aku berjalan melewati Jordan yang tampak kesal dengan sikapku.
“Yeah fine...” gerutu Jordan pelan sambil berbalik mengikutiku.
“Kamu mau ke mana?”
Rupanya wanita itu tidak mengerti bahwa aku membencinya. Dia tetap mengikutiku dan berusaha menarik perhatianku. Tapi apapun yang di lakukan wanita itu, aku akan tetap membencinya. Membencinya untuk semua yang ku alami saat ini.
****
Langit masih berselimut kabut. Makhluk-makhluk kegelapan masih berkeliaran diluar sana. Mencari mangsa di balik bayang-bayang gelap perumahan. Mengendap untuk menyergap di saat yang tepat. Saat-saat ketika semua orang lengah.
Aku kembali menatap dari balik jendela kamarku. Menyaksikan semua makhluk kegelapan beraktifitas di luar sana. Berbagai jenis manusia yang melepas topeng kemunafikannya di tengah gelapnya malam. Sama seperti wanita itu. Wanita jalang bernama Jordan yang sangat dibencinya tengah berkendara bersama malam yang kian merambat. Entah apa yang tengah dilakukannya di luar sana. Bersama lelaki lain yang berbeda.
****
Hari ini lelaki itu kembali lagi. Tapi dia hanya memberiku sentuhan lembut di puncak kepala seperti yang biasa dilakukannya padaku. Padahal lelaki itu memberi kecupan penuh sayang pada Jordan. Padahal dia akan melakukan hal yang sama padaku bila Jordan tidak ada.
Aku kecewa. Lelaki itu begitu bodoh. Mengapa dia tetap bersama Jordan. Padahal aku tau dia menginginkanku. Aku tau dia juga mencintaiku. Lelaki itu tidak mungkin melupakan apa yang telah dia lakukan. Saat ini, dia hanya terjebak pada pesona palsu Jordan. Wanita licik yang sangat lihai menyembunyikan semua kebusukannya. Wanita yang telah mengkhianati dirinya. Aku harus membuatnya sadar. Sebelum semuanya terlambat.
“Kami pergi dulu ya. Jaga rumah baik-baik.” ucap Jordan padaku.
Lalu mereka berlalu dari hadapanku. Meninggalkanku lagi. Sendiri. Membiarkanku terus berteman dengan kesunyian di rumah ini. Bersama suara-suara tak berwujud yang terus membisikiku untuk mengakhiri semua sandiwara wanita itu.
****
Malam kembali merayap naik dengan perlahan. Aku masih sendirian. Menunggu mereka di depan jendela seperti biasa. Tapi mereka tak kunjung kembali. Seakan melupakan bahwa mereka meninggalkanku sendirian di rumah ini.
Aku mendongak menatap langit. Rembulan masih belum sempurna menggantung di kegelapan malam. Aku menatap dengan tidak sabar. Seolah rembulan akan semakin cepat menyempurnakan sosok anggunnya bila aku terus menatapnya setiap malam.
Aku menggerutu dengan tidak sabar. “Masih lamakah?” tanyaku pelan, entah kepada siapa. “Sebentar lagi.” bisik sebuah suara di kepalaku. “Sebentar lagi semua akan berakhir.” lanjut suara itu. Aku tersenyum penuh kemenangan. Seolah seseorang te;ah memberiku hadiah terbaik sepanjang hidupku.
“Aku akan menunggu sedikit lebih lama.” gumamku, masih kepada kegelapan.
****
Dua malam telah beralu. Kini, di langit malam rembulan telah bertakhta dengan megahnya. Menyinari kegelapan yang selama ini membutakan. Menarik banyak orang dengan pesona misteriusnya.
Aku tersenyum senang. Aku selalu menyukai purnama. Apalagi purnama selalu membawa hal baik untukku. Termasuk untuk malam ini. Aku menunduk, menatap kilau tajam pisau yang ada di tanganku. Benda yang diam-diam kusembunyikan dibalik pakaianku. Benda yang akan kugunakan untuk mengakhiri segalanya. Untuk mengubah dunia.
Perlahan, aku mencungkil pintu kamarku. Ya, kamarku selalu terkunci di malam hari. Entah kenapa. Mungkin karna Jordan takut padaku. Mungkin dia menyadari bahwa dia tidak akan mampu melawanku.
Aku mengendap-endap menuruni tangga. Berusaha tidak menimbulkan suara. Meski aku tau Jordan tidak akan terbangun karna apapun malam ini. Tidak. Dia terlalu lelah untuk mendengar suara yang mungkin akan kutimbulkan. Tapi, bukankah berhati-hati adalah langkah yang terbaik?
Sesampainya di depan pintu kamar Jordan, aku masuk dengan perlahan. Masih berusaha tidak menimbulkan suara apapun. Di atas ranjang aku melihat dua sosok tubuh terbaring saling melekat. Aku menatap dengan jijik pada mereka. Lelakiku tengah memeluk Jordan tanpa benang sehelaipun melekat di badan keduanya.
Aku murka. Aku tidak percaya dia masih melakukannya dengan Jordan. Aku menggeram marah. Cukup keras untuk membangunkan lelaki itu. Tapi masih terlalu lemah untuk menarik Jordan dari dunianya.
Sebelum lelaki itu sempat mencerna apa yang terjadi, aku mendekatinya. Pisau milikku masih tergenggam erat di balik punggung.
“Kamu ngapain di sini?” tanya lelaki itu bingung.
Aku tersenyum. “Membebaskanmu dari wanita jalang ini.”
Dengan cepat pisauku terayun, menghujam urat nadi lelaki itu tepat di bawah telinganya. Lelaki itu menjerit keras, yang bagiku seperti ucapan terima kasihnya padaku. Darah lelaki itu menyembur keluar dari tubuhnya. Membanjiriku dengan genangan merah kental.
Jordan terbangun. Menatap terkejut padaku dan pisau di tanganku. Lalu matanya beralih pada lelaki itu. Selama sepersekian detik, Jordan tidak mampu bersuara sedikitpun. Lalu dia mulai menjerit dengan kerasnya. Jeritan panjang yang ku sambut dengan tawa penuh kemenangan.
****
 “Apa ngga bisa sembuh Dok?” Jordan bertanya sambil menatap pada gadis kecil yang tengah bersandar pada jendela kamarnya.
“Kemungkinannya sangat kecil Bu. Apalagi, sudah cukup lama dia dibiarkan tanpa pengobatan.” jawab Dr.Frank.
Jordan hanya dapat menghela nafas panjang. Dia masih menatap gadis itu, anaknya. Anaknya yang baru berumur 10 tahun. Entah apa yang telah merasukinya sehingga dia tidak pernah memerhatikan putri semata wayangnya itu. Baginya anaknya hanya anak cacat belaka yang otaknya tidak berkembang sebagaimana mestinya. Dia tidak menduga hal itu bukanlah penyakit genetik. Dia tidak pernah berpikir anaknya mengalami gangguan mental. Sampai insiden itu terjadi. Sampai suaminya meninggal di tangan anaknya sendiri.
****
Aku kembali menatap rembulan dari balik jendela. Tapi dari tempat yang berbeda. Setelah kejadian itu Jordan mengeluarkanku dari rumahnya. Dia memanggil prajurit-prajuritnya untuk membawaku paksa ke tempat ini.
Awalnya aku membenci tempat ini. Tapi seiring waktu berlalu, aku mulai menyukainya. Terutama karna teman-temanku tidak meninggalkanku. Mereka ikut bersamaku ke tempat ini. Dan yang terpenting, aku masih bisa menatap rembulan dari sini.
Di luar, aku melihat Jordan tengah bercakap-cakap dengan lelaki lain. Entah lelaki ke berapa dalam hidupnya. Aku tidak peduli. Asalkan bukan lelakiku yang berada di sisnya.
Aku mendongak, menatap rembulan sambil tersenyum bahagia. Rembulan kelabu menggantung di langit malam.

Selasa, 13 Maret 2012

Whats so special about today??

Temen gw : "Cieee acill selamat yaa."
Gwe : *bngung apaan yg d slametin* Huh??
Temen gw : "Loh, besok ikam ultah kan?"
Gw :" Besok?? *msih gak ngeh* Emang bsok tgl brpa git?
Tmen gw : "Tgal 13 kn, masa ultah sorang lupa."

Yeppp...
Itu sepenggal percakapan yang terjadi kemarin, tanggal 12 Maret 2012, gw lupa jam berapa tepatnya. Beneran deh, kalau gak di gituin gw bkln bner2 lupa hari ini tuh tgl 13. And yesss, 13 March is my b'day...

Ayooo tebak umur gwe brapa???? Heheheh...
Ya benar!!! Gwe skrg udh 18 taun. Udh bukan anak 17 taun lagi. Hiyeee... Udh mw msuk kuliah teman-teman (OMG gw harus ngadepin UN bentar lgi). Udah mkin lama aja gw idup nih. Hhi...

Ngomong2 soal idup, kira2 idup gw udh ad mnfaat nya belum yaa?? Udh bnyk pahala belum yaa?? Kok kayaknya msih bnyk bnget gituu kurang nya. Msih bnyk salah nya gw drpd bener nya. Hemm... Ahh udah lah, jgan ngomongin yg serius dulu. Gak asik! :D

Jadi gw mau cerita nih ttg pengalaman gw hari ini. Nah, seperti yg gw bilang tadi, gw itu hampir aja lupa sama ultah gw sndri. Kenapa?? Karna gw pikir gak bakal ad yg spesial2 bget di hari ini. Secara gw kn single gitu, terus juga udh mepet nih menuju hari peperangan, dan temen2 gw yg lain juga psti lgi sibuk. So, thats why I didn't really wait this day.

Tapii... tau gak sodara-sodara, ternyata dari tengah malem tadi bnyak bnget yg bikin gw surprise. Mueheheh... Mulai dari mantan terakhir gw yg malah jdi org pertama yg ngucapin met ultah ke gw, smpe surprise yg di kasih mantan gw yang lain malem ini.

Mantan??? Yepp... Absolutly... Ternyata meski gw kagak punya pacar ya, mantan2 gw msih care sama gw. Terus tetangga gw tersayang yg jg sekaligus sahabat gw, smpet2 nya ngsih kejutan malem2. Huwee... Gwe jdi terharu. Tapi gw juga pngen ngakak sejadi-jadinya kalau inget kejadian tadi. Mueheheh...

Jadi gini ceritanya, gw kn biasanya suka kebangun gitu kalo malem. Nah, pas gw bngun gw sering refleks ngecek jam di hape. Pas gwe liat, eh ternyata ada sms dari mantan gw. Dia ngucapin hpy b'day. Ya gw kaget lah, secara kan status udh bubar jalan, tapi ternyata dia masih care aja. *pdl sbner nya tersanjung banget

Terus pas paginya, masuk bnyk bnget sms. Salah satunya dari kk kelas gw, yg dulu sempet jadian jga sama gw (gw bukan player loh ya! seriusan bukan). Dia minta maaf, soalnya telat ngucapin met ultah. Katanya dia baru inget pas mau tidur tadi malem *jgn2 ni org mikirin gw mulu pas mw tidur? mueheheh*. Jelas lah gue ketawa, ultah gw kn hari ini bukan kemarin. Tu org kebanyakan nelen rumus deh kayanya jadi lupa sama tanggal-menanggal. Yang bikin gw makin kaget, dia janji mw ngasih kado pas dia balik ke Bjm. Huwee... Mantan macam apa itu?? :P

Nah puncaknya itu malem ini. Kan gw tiap hari senin, selasa, sama jumat itu ad jadwal les, jadi gw baru pulang sekitar jam 9an gitu. Pas gw lagi mau ganti baju, siap2 mau bobo manis, tetangga gw sms nyuruh gw keluar. Batallah niat gw ganti baju. Gak mungkin kan gw keluar dgn tanktop dan celana pendek??

Dan, tadaaa!!!
Dia sama pacarnya udah nyiapin kue buat gw. Padahal rumah pacarnya itu jauh dri rumah kita. Huwaa... Baik banget ya itu anak dua. Gw seneng banget, soalnya gw bener2 gak nyangka bakal dapet kua hari ini. :D

Akhirnya kita nikmatin kuenya bertiga sambil cerita-cerita. Lagi rame2nya, tiba2 dateng Oce, tetangga gue beda berapa rumah gitu. Dia bilang mau nitip uang buat bayar pulsa. Ya udah gue percaya aja gitu. Secara dia kan emang gitu orangnya.

Tapi... ternyata pas kami lgi ngobrol, dateng lagi tuh temen2 gue yang lain, si Wahyu, Shobie, sama Ahdi. Mereka bawain gw kue lagi. Huwaa... gw terharu banget, si Wahyu kan sklh nya d Bjb, dan dia bela2in dateng malem2, tapi gw jga pngen ketawa ngeliat mereka. Kenapa?? Soalnya kue yg mereka bw itu kue terang bulan, yg di tengahnya di tusuk lilin angka 18. Mueheheh... Asala banget kan itu mereka. Hhah... Tapi maklum sih, namanya juga cowok. Lagipula, apalah arti blackforest dibandingkan terang bulan kalo yg ngasih terang bulan itu lebih tulus. :P

Tapi sumpah yah ini ultah paling gak terduga sama gw. Mungkin karna gw gak ngarepin apa2 kali ya. Yang gw pikirin itu, dikasih ucapan sama doa juga udh untung, udah Alhamdulillah banget gitu. Tapi ternyata yang gw dapet lebih dari itu. :')

Kejadian hari ini berkesan banget buat gw. Pertama kalinya gw ultah dapet kue terang bulan. Mueheheh... dan kenyataan kalo mantan2 gw pas SMA ini emang beneran baik. :) Gw beruntung banget bisa kenal sama orang2 kaya mereka. Bisa temenan sama orang2 kaya mereka. Gak nyangka deh bakal sebahagia ini. :')

Pokoknya intinya MAKASIH banget buat mereka yang udah pada sayang sama gw. Mudahan umur gw ini bikin gw makin mature aja deh. I love u guys!!! :)